Info Penerbangan Selama Covid-19

Berikut info penerbangan selama pandemi covid-19

Terakhir diperbaharui tanggal 10 Juni 2021 pukul 09.45 (waktu Jakarta UTC +7)

 

 

Dari/Tujuan

Persyaratan Surat Keterangan Negatif COVID-19*
(waktu pengambilan sampel sebelum keberangkatan)

 

Persyaratan Tambahan

RT-PCR

Rapid Antigen

GeNose C19**

Keberangkatan DARI Jakarta
(Menuju SELURUH tujuan Domestik KECUALI 
Denpasar, Pangkal Pinang, Tanjung Pandan, Palangkaraya, Pontianak, Papua Barat, Kupang, Merauke)
Maksimal
3 x 24 jam
Maksimal
2 x 24 jam
Maksimal
1 x 24 jam
Khusus tujuan LABUAN BAJO:
perjalanan wisata wajib dilengkapi dengan pendaftaran pada portal daring registrasi kunjungan wisata Labuan Bajo yang dapat diakses di sini
Menuju Pangkal Pinang / Tanjung Pandan
Maksimal
3 x 24 jam
Maksimal
2 x 24 jam
Tidak Berlaku
Keberangkatan dari kota di Pulau Sumatera mengikuti peraturan INTRA Sumatera di atas
Menuju Denpasar
Maksimal
2 x 24 jam
Maksimal
2 x 24 jam
Maksimal
1 x 24 jam
 

Menuju Pontianak
Maksimal
3 x 24 jam
Tidak Berlaku
Surat keterangan harus berasal dari Fasilitas Pelayanan yang terdaftar dalam aplikasi e-HAC Apabila penumpang tidak dapat menunjukkan validasi (barcode) digital hasil negatif RT-PCR pada e-HAC, maka tidak dapat melanjutkan penerbangan.
Akan dilakukan tes RT-PCR secara acak pada saat kedatangan. Apabila hasil tes RT-PCR positif atau ditemukan surat keterangan palsu maka akan dikenakan denda sesuai peraturan yang berlaku.

Menuju Papua Barat

Maksimal
3 x 24 jam
Maksimal
2 x 24 jam
Maksimal
1 x 24 jam
Pelaku perjalanan yang bukan kedinasan/ tugas/ karyawan/ sosial kemasyarakatan yang akan masuk ke Provinsi Papua Barat diwajibkan memperoleh surat rekomendasi izin dari Satuan Tugas Covid-19 Provinsi Papua Barat (dikecualikan bagi yang melanjutkan Pendidikan dan urusan keagamaan tidak diwajibkan memperoleh surat izin masuk)
Menuju Kupang
Maksimal
1 x 24 jam
Surat keterangan hasil negatif COVID-19 berlaku 1 x 24 jam sejak diterbitkan fasilitas kesehatan
Menuju Merauke
Maksimal
3 x 24 jam
Maksimal
2 x 24 jam
 
Tidak Berlaku
 
Menuju Palangkaraya
Maksimal 1 x 24 jam
Penumpang wajib menjalani karantina di tempat yang disediakan atau ditentukan oleh pemerintah daerah/ perusahaan/ badan usaha/swasta dengan biaya mandiri selama 5 x 24 jam untuk Warga Negara Indonesia dan 10 x 24 jam untuk Warga Negara Asing. Kecuali untuk pelaku perjalanan dalam kategori berikut (harus disertai surat keterangan dari instansi terkait):
- Perjalanan Dinas (TNI/Polri/ASN/BUMN/BUMD)
- Kunjungan keluarga sakit
- Kunjungan duka anggota keluarga meninggal
- Ibu hamil yang didampingi satu orang keluarga
- Kepentingan persalinan yang didampingi dua orang
- Kepentingan tertentu lainnya
Penumpang yang menginap di hotel/ penginapan/ wisma/ fasilitas sejenis lainnya wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif RT-PCR/ rapid antigen
/ tes GeNose C19 yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 12 jam sebelum check-in sebagai syarat menginap

Keberangkatan dari dan menuju kota yang tidak ditentukan sebagaimana di atas

Maksimal
3 x 24 jam

Maksimal
2 x 24 jam

Maksimal
1 x 24 jam
Khusus tujuan LABUAN BAJO:
perjalanan wisata wajib dilengkapi dengan pendaftaran pada portal daring registrasi kunjungan wisata Labuan Bajo yang dapat diakses di sini

*Anak-anak berusia dibawah 5 tahun tidak wajib menunjukkan surat keterangan negatif COVID-19 (baik RT-PCR / tes rapid antigen / GeNose C19), kecuali menuju Provinsi Papua Barat bisa dilengkapi surat keterangan negatif COVID-19 hasil tes rapid antibodi
*Bagi penumpang yang berangkat dari wilayah perbatasan dan daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) tidak berlaku ketentuan surat kesehatan sebagaimana yang diharuskan
**Hasil tes GeNose C19 wajib di terbitkan oleh Fasilitas Kesehatan yang ada di bandara keberangkatan.  Hasil tes GeNose C19 dari Fasilitas Kesehatan lainnya tidak berlaku sebagai syarat perjalanan. Daftar Bandar Udara yang menyediakan tes GeNose C19 dapat dilihat di sini

Selain persyaratan diatas, sesampainya di bandara tujuan, penumpang dimungkinkan mendapatkan pemeriksaan tambahan dari otoritas setempat atau mengisi form/surat pernyataan lainnya sesuai dengan ketentuan lokal pemerintah/otoritas setempat.

Penumpang mohon untuk dapat menyiapkan print out seluruh dokumen persyaratan beserta aslinya sebelum tiba di bandara keberangkatan  untuk dilaporkan dan diserahkan ke Petugas Check-in Counter. Garuda Indonesia tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau kekurangan dokumen persyaratan dan berhak untuk membatalkan penerbangan penumpang yang tidak memenuhi persyaratan yang dimaksud.

Persyaratan masing-masing daerah tujuan di atas selain didasari oleh SE Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19dan SE Kementerian Perhubungan RI, juga didasari oleh peraturan masing-masing daerah:

  • SE Gubernur Bali Nomor 07 Tahun 2021
  • SE Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kalimantan Barat Nomor 445/3809/DINKES.YANKES.C
    SE Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat No. 553/245/DISHUB-D.2
    Peraturan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 75 tahun 2021
  • SE Gubernur Papua Barat Nomor: 550/515/GPB/2021
  • SE Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 443.1/40/Satgas Covid-19
  • SE Gubernur Papua No. 003.2/4272/SET 
  • SE Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Nomor 550/0315/DISHUB
  • SE Bupati Merauke Nomor 440/1842 tahun 2021
  • SE Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 443.1/69/Satgas Covid-19
  • SE Walikota Kupang Nomor 030/HK.443.1/VI/2021 Tahun 2021